Februari 13, 2018
Kalian tahu apa itu seni ?
Aristoteles berkata seni merupakan suatu bentuk pengungkapan dari tiruan dari alam dan tidak pernah menyimpang. Tetapi Kata Eric Ariyanto, seni merupakan suatu bentuk karya dari kegiatan rohani atau aktivitas batin yang dapat menarik minat orang lain untuk melihat atau mendengarkannya. Kata Immanuel Kant, seni merupakan impian karena rumus tidak dapat mengikhtiarkan kenyataan. Kata Ki Hajar Dewantara, seni merupakan hasil keindahan yang dapat mengerakkan perasaan indah bagi yang melihatnya, sehingga tindakan manusia yang dapat menimbulkan perasaan indah itu seni. Kata Leo Tolstoy, seni merupakan ungkapan perasaan pencipta kepada penikmat agar dapat merasaka apa yang pelukis rasakan. Dan kata Drs. Sudarmaji, seni merupakan ungkapan batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang. Tetapi menurutku seni adalah sesuatu keindahan yang dapat dilihat, didengar dan juga dirasakan.

bagaimana apakah kalian sudah memiliki gambaran tentang seni. jika sudah, sekarang saatnya saya menjelasakan sebuah proyek yang memiliki konsep tentang dunia Seni atau lebih spesifiknya adalah penjualan karya seni. Penjualan karya seni sudah ada jauh sebelum marsyarakat modern ada. Dimasa lalu, jual beli karya seni sudah populer biasanya dilakukan oleh para raja, bangsawan atau orang – orang kaya. Seiring perkembangan jaman banyak orang yang tertarik untuk memiliki karya seni.

Sudah Lebih dari 1000 tahun penjualan karya seni menjadi sebuah bisnis yang memiliki keuntungan yang besar.  Jika kita berbicara tentang keuntungan, selalu ada saja orang – orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin mencari keuntungan dengan cara melakukan kejahatan seperti penipuan, pemalsuan dan lain – lain.

Berikut orang – orang yang pernah menjadi pelaku penipuan penjualan karya seni

Elmyr de Hory sang pemalsu lukisan
Selama masa hidupnya, Elmyr de Hory di kenal sebagai seorang Pemalsu Lukisan yang sangat terkenal dan mengerjakan sebagian besar karya tiruanya di sebuah Villa yang dia miliki di Ibiza

Ely Sakhai sang pemasok lukisan palsu
Karir Ely Sakhai sebagai seorang pemalsu karya seni bisa di bilang bersinar terang dalam artian yang buruk. banyak yang menyadari ada sebuah kecatatan dalam karya tiruan Ely selama lukisan itu terlihat lumayan mirip dengan yang aslinya yang cukup terkenal, dan bisa dijual dengan harga yang mahal.

Kasus pemalsuan Wacker
Saat ini lukisan hasil karya dari Vincent van Gogh masih sering di lelang dimana-mana dan terjual dengan harga jutaan dollar, dan membuat van Gogh menjadi seniman yang dianggap sebagai yang terbaik di dunia, tapi kejeniusan van Gogh bukan hanya baru-baru ini saja, faktanya kejeniusanya bahkan sudah mendunia sejak awal abad 20an. Hal inilah yang menginspirasi seorang Pria asal Jerman bernama Otto Wacker untuk memalsukan secara besar-besaran karya Van Gogh pada tahun  1927. Saat itu Wacker mengklaim dirinya memiliki 33 lukisan karya Van Gogh, puluhan kurator lukisan dan pemasok karya seni langsung berbondong-bondong mengajukan penawaran mereka, tapi ada satu satu hal yang tak di ketahui para kurator ini adalah, semua lukisan itu ternyata palsu.

"Spanish Forger " Pemalsu dari Spanyol
Julukan "Spanish Forger " mulai muncul saat seorang bernama Gnoli membawa sebuah lukisan yang dia percaya sebagai karya dari seorang Maestro bernama Jorge Inglese yang di buat pada tahun 1450, dan menunjukanya pada seorang direktur dari sebuah galeri seni yang ada di Belle de Costa bernama Greene untuk membuktikan ke otentikanya. Namun setelah memeriksa Greene menyimpulkan kalau lukisan itu adalah palsu, dan karena Jorge Inglese berasal dari Spanyol maka pemalsu dari lukisanya lalu disebut sebagai "Spanish Forger " atau Pemalsu asal Spanyol

Terlalu banyak kasus – kasus penipuan karya seni yang ada didunia ini, saya tidak akan menjelaskan satu per satu kasus penipuan itu. Yang harus digaris bawahi adalah, mengapa penipuan itu bisa terjadi ?. dan Bagaimana bisa seorang kolektor atau penggemar karya seni bisa tertipu, sedangkan mereka punya keahlian untuk menilai karya seni itu sebelum mereka membelinya. Jawab adalah karena semua transaksi dilakukan oleh perantara, selama transaksi masih melihatkan manusia akan selalu ada penipuan di bisnis penjualan karya seni.

Banyak cara telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi sampai sekarang tidak ada yang benar – benar efektif. Yang kita butuhkan adalah sebuah sistem yang tidak ada campur tangan manusia didalam menjalankan sistem itu, sebuah sistem yang tidak dapat di manipulasi oleh siapapun.

Jika hanya sistem seperti itu yang dibutuhkan, mungkin jawabannya adalah Teknologi Blockchain. Teknologi ini sedang populer dari tahun 2017. Banyak orang yang mengembangkan teknologi blockchain untuk digabungkan dengan berbagai layanan seperti keuangan, pasar, Online Shop, Perbankan, bahkan bisnis Gembling juga sudah menggunakan Blockchain.

Yang jadi pertanyaan sekarang apakah bisa Blockchain digunakan untuk penjualan karya seni.?

Jawabannya BISA, karena proyek ini sudah membuktikannya. Sebuah proyek market seni yang menggunakan Blockchain sebagai inti dari sistem mereka. Proyek itu adalah All Public Art. Mereka akan membuat sebuah Market seni online yang digabungkan oleh teknologi blockchain.

https://allpublicart.io/whitepaper.pdf
Seperti apa cara yang dilakukan All Public Art untuk menyelesaikan masalah Penipuan penjualan karya seni ?

Mereka akan menggunakan sebuah kode unik yang akan di letakkan dibagian bawah atau belakang karya seni, setiap kode unik akan otomatis terhubung kejaringan Blockchain. Jadi setiap pembeli dapat melihat semua transaksi yang melibatkan karya seni tersebut, mulai dari Seniman lalu ke tangan kolektor seni dan terakhir pembeli dan seterusnya. sebelum mereka membeli karya seni tersebut. Riwayat transaksi tersebut tidak akan bisa dihapus atau diubah. Jadinya kita bisa tahu siapa yang membuat dan siapa saja yang sudah pernah memiliki karya seni tersebut. Dengan cara seperti ini tidak akan ada lagi pemalsuan karya seni. Yang lebih hebatt lagi setiap transaksi bersifat peer-to-peer dimana hal itu mustahil dilakukan jika kita membeli karya seni di galeri atau dalam acara pelelangan karya seni.

Bagi saya yang masih baru di dunia seni. All public art dapat membantu orang – orang seperti saya yang tidak memiliki kemampuan untuk menilai karya seni. Kita bisa percaya bahwa karya seni yang akan kita beli adalah asli dari para seniman bukan karya palsu yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan semata.

Semua pembayaran yang ada di Platform All Public art akan menggunakan Token APA. Token ini adalah sebuah token yang dibuat di jaringan blockchain Ethereum. Token APA juga digunakan untuk pembuatan Kode unik yang akan di letakkan di karya seni.


Ada berbagai tingkatan kode unik yang dapat dipilih oleh seniman sebelum mereka menjual karya seni mereka. Berikut jenis – jenis kode unik tersebut :
  •   Unique ID with QR code
  •   Unique IDs embedded in tamper sensitive stickers and holographic stickers
  •   RFID chips (Radio Frequency Identification chips)
  •   Micro RFID chip in adhesive applied to the artwork

Bergabunglah dalam pengembangan proyek All Public Art dengan cara membeli token mereka di acara ICO yang akan dilakukan di Website Resmi mereka disini :

https://allpublicart.io/whitepaper.pdf 
Jika kalian ingin mencari informasi tentang ICO dan Proyek All public art lebih lengkap kalian bisa membaca Whitepaper atau mengunjungi ling dibawah ini : 


0 komentar:

Posting Komentar